Tradisi Laluhan Peringati Hari Jadi Kuala Kapuas

  • May 01, 2026
  • Nova Indriyani
  • Budaya, ritual adat

 

Pada Senin, 6 April 2026, dilaksanakan tradisi Laluhan, sebuah ritual adat budaya untuk memperingati Hari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas. Tema acara tahun ini adalah “Hapakat Habaring Hurung Mamangun Kapuas Akan Kamiar” yang bermakna ajakan bersinergi, bekerja sama, serta gotong royong membangun Kapuas agar lebih maju, sejahtera dan berdaya saing. 

Kapal (feri) dihiasi janur yang dibentuk indah sebagai simbol keindahan dan penyambutan. Hiasan juga mencakup ornamen budaya khas Dayak, seperti motif Banama Naga yang melambangkan keberanian, kekuatan pelindung. Selain itu, terdapat sangkai kambang sebagai hiasan bunga atau tempat persembahan (uang) untuk mengungkapkan rasa syukur dan penghormatan. Saat mengelilingi sangkai kambang, acara diiringi tarian dari Sanggar Hapakat.

Bupati Kapuas H.Muhammad Wiyatno, S.P., beserta rombongan, menghadiri dan mengikuti Laluhan. Mereka disambut dengan pembukaan Lawang Sakepeng sebelum menaiki kapal (feri) utama yang dimulai di Pelabuhan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, menuju pelabuhan KP3 Kuala Kapuas. Saat kapal mendekati tujuan, rombongan disambut Wakil Bupati Kapuas Bapak Dodo, S.P., beserta tamu undangan dan masyarakat. Penyambutan dilanjutkan dengan tarian dari Sanggar Tingang Menteng Pananjung Tarung, sekaligus tradisi hapunu suli (saling melempar suli). Tradisi ini bukan sekadar ritual atau pertunjukan budaya, melainkan mengandung makna mendalam “Manantilang Sial Kawe Dahiyang Baya”, yaitu doa untuk menolak bala, bencana dan kesialan, serta memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat Kapuas. 

Sepanjang Perjalanan, prosesi diiringi suara garantung (Gong) sebagai alat musik pengiring utama Laluhan dan tarian. Selain kapal feri (banama), banyak klotok ikut mengiringi dengan hiasan ornamen Dayak serupa.

Acara HUT Kapuas dirangkai dengan Expo Kapuas yang dibuka pada 6-11 April 2026, menampilkan berbagai produk unggulan daerah. Selain itu, terdapat rangkaian perlombaan dan festival budaya tradisional, antara lain yaitu Kapuas Got Talent (ajang bakat untuk menampilkan keahlian seni) serta Festival Budaya Tradisional meliputi lomba bagasing, lomba balogo dan lomba mangenta (membuat kuliner khas Dayak).