Duta Bahasa Kalteng Didorong Jadi Penggerak Pelestarian Bahasa dan Literasi Digital
- May 02, 2026
- Gina S Tumanggor
- Bahasa dan Literasi Digital

Palangka Raya, 18 April 2026 – Ajang Pemilihan Duta Bahasa Kalimantan Tengah 2026 resmi digelar di Aula Hotel Aurila, Palangka Raya. Acara yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan kebudayaan setempat ini bertujuan melestarikan 12 bahasa daerah di Kalteng, seperti Ngaju, Ot Danum, dan Ma’anyan, di tengah arus globalisasi. Setiap finalis diuji dengan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan literasi, Revitalisasi Bahasa Daerah, Penginternasionalan Bahasa Indonesia, dan Kebahasaan serta Kesastraan.
Ketua TP-PKK Kalimantan Tengah, Aisyah Agustiar Sabran, mendorong para Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026 untuk menjadi garda terdepan dalam pengutamaan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah. Hal tersebut disampaikannya pada Malam Puncak Penganugerahan Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Ballroom Hotel Aurila, Palangka Raya, Sabtu (18/04/2026).
Dalam sambutannya, Aisyah menekankan pentingnya peran Duta Bahasa di tengah maraknya bahasa gaul yang berpotensi menggerus bahasa Indonesia dan bahasa daerah. “Duta Bahasa harus mampu menjadi penggerak pelestarian bahasa serta menjadi bagian dari penguatan literasi digital di kalangan generasi muda, terutama dalam bermedia sosial.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah ini menobatkan finalis putra dan putri terbaik setelah melalui serangkaian seleksi ketat. Ajang ini bertujuan untuk menggaungkan semangat Trigatra Bangun Bahasa, yaitu Mengutamakan Bahasa Indonesia, Melestarikan Bahasa Daerah, Menguasai Bahasa Asing.
Pemilihan Duta Bahasa merupakan ajang bergengsi yang bertujuan melahirkan sososk generasi muda yang mampu mengampanyekan pentingnya bahasa Indonesia, sekaligus melestarikan kekayaan bahasa daerah di Kalimantan Tengah. Tujuan dari pemilihan Duta Bahasa pada dasarnya bukan sekadar mencari figur representatif, tapi membentuk agen perubahan di bidang kebahasaan. Secara lebih jelas, tujuannya meliputi:
- Meningkatkan sikap positif terhadap bahasa Indonesia, Duta Bahasa diharapkan menumbuhkan kebanggaan masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
- Mengampanyekan penggunaan bahasa yang santun dan sesuai kaidah, Mereka menjadi contoh dalam penggunaan bahasa di ruang publik, baik lisan maupun tulisan.
- Melestarikan bahasa daerah, Tidak hanya fokus pada bahasa Indonesia, Duta Bahasa juga berperan menjaga eksistensi bahasa daerah agar tidak punah.
- Menjadi mitra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Duta Bahasa membantu program-program kebahasaan dan literasi yang dijalankan pemerintah. Di Kalimantan Tengah sendiri Duta Bahasa dibawah naungan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah
- Mengembangkan kreativitas dan kepemimpinan generasi muda, Ajang ini juga melatih kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan public speaking peserta.
Sehingga yg terpilih menjadi Duta Bahasa akan menjadi penggerak aktif pengutamaan Bahasa Indonesia sesuai kaidah, revitalisasi Bahasa daerah, juga bagian penerjemah/ BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing).
Puncak acara ditandai dengan pengumuman pemenang Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, gelar Terbaik 1 diraih oleh finalis Putra nomor urut 9 dan finalis Putri nomor urut 16. Para pemenang menerima penghargaan berupa uang pembinaan sebesar Rp6.000.000, trofi, piagam, serta paket pendampingan menuju tingkat nasional, yang langsung diserahkan oleh Aisyah yang didampingi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau.
Selain kategori utama, panitia juga mengumumkan sejumlah penghargaan atribut, di antaranya Duta Bahasa Persahabatan (nomor 20), Busana Terbaik (Putra nomor urut 10 dan Putri nomor 11), Berbakat (Putra nomor 3 dan Putri nomor 14), serta Favorit (Putra nomor 6 dan Putri nomor 19), termasuk penetapan pemenang berjenjang dari Terbaik 6 hingga Terbaik 2.