DERMAGA RAMBANG KIAN RAMAI SAAT SENJA

  • May 06, 2026
  • RASYID IQBAL ALPRIANOR
  • Pariwisata

Palangka Raya  Suasana Dermaga Pelabuhan Rambang tampak berbeda dari biasanya ketika sore mulai berganti menjadi malam. Di bawah langit yang perlahan berubah warna menjadi jingga keemasan, puluhan warga terlihat duduk santai di atas lantai kayu dermaga. Sebagian berbincang dengan teman, ada yang tertawa lepas, dan tidak sedikit pula yang sibuk mengabadikan momen matahari terbenam dengan ponsel mereka.
Fenomena ramainya aktivitas masyarakat di dermaga ini bukan terjadi tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, Dermaga Rambang mulai dikenal sebagai salah satu tempat berkumpul yang nyaman dan murah meriah bagi warga Palangka Raya, terutama kalangan anak muda.
Keramaian biasanya mulai terlihat sekitar pukul 16.30 WIB hingga menjelang malam. Pada waktu inilah langit menampilkan pemandangan terbaiknya. Matahari yang perlahan tenggelam di balik garis horizon menciptakan gradasi warna yang memanjakan mata. Momen tersebut menjadi daya tarik utama yang membuat warga rela datang dan duduk berlama-lama di dermaga.
Pengunjung yang datang pun beragam. Mulai dari pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah, mahasiswa yang datang berkelompok, hingga keluarga yang membawa anak-anak mereka untuk sekadar berjalan-jalan menikmati suasana sore. Tidak jarang, ada juga pasangan muda yang memilih tempat ini untuk menghabiskan waktu bersama.
“Kalau sore ke sini enak, anginnya sejuk. Apalagi pas matahari mau tenggelam, bagus sekali pemandangannya,” kata Rina, salah satu pengunjung yang datang bersama teman-temannya.
Selain menjadi tempat bersantai, kehadiran warga yang ramai juga membuka peluang bagi pedagang kecil. Beberapa di antaranya terlihat menjajakan minuman dingin, makanan ringan, hingga jajanan khas yang cukup diminati pengunjung. Hal ini secara tidak langsung membantu perekonomian masyarakat sekitar.
Namun di balik ramainya aktivitas tersebut, masih ada beberapa hal yang menjadi perhatian warga. Kondisi fasilitas di dermaga dinilai masih perlu pembenahan. Penerangan di beberapa titik masih kurang, sehingga saat malam hari suasana menjadi agak gelap. Selain itu, tempat duduk yang tersedia juga terbatas, membuat sebagian pengunjung harus duduk langsung di lantai kayu.
Masalah kebersihan juga menjadi sorotan. Meski sebagian pengunjung sudah sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan, masih terlihat beberapa sampah berserakan di sekitar area dermaga. Warga berharap ada pengelolaan yang lebih serius agar tempat ini tetap nyaman dan bersih.
“Sayang sekali kalau tempat sebagus ini tidak dirawat dengan baik. Harapannya ada perhatian dari pemerintah supaya lebih tertata,” ujar Andi, seorang mahasiswa yang rutin berkunjung ke lokasi tersebut.
Dermaga Pelabuhan Rambang sendiri sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Palangka Raya. Letaknya yang strategis dan pemandangan alam yang indah menjadi modal utama. Jika dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin tempat ini akan menarik lebih banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.
Untuk saat ini, dermaga tersebut tetap menjadi ruang sederhana yang menghadirkan kebahagiaan kecil bagi warga. Tanpa biaya mahal, tanpa fasilitas mewah, masyarakat bisa menikmati waktu bersama orang-orang terdekat sambil menyaksikan keindahan alam yang perlahan berubah warna di ufuk barat.
Di tengah kesibukan dan rutinitas sehari-hari, Dermaga Rambang seolah menjadi tempat singgah yang memberikan ketenangan. Sebuah ruang publik yang hidup dari kebersamaan, tawa, dan momen-momen sederhana yang sulit ditemukan di tempat lain.